JAKARTA - Sejumlah aktivis mahasiswa yang pernah terjun langsung menggulingkan rezim Orde Baru di era 1998 mendukung Letjen Purn M Yasin, sebagai calon presiden 2009 mendatang.
Sejumlah aktivis itu adalah mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kenly Poluan, mantan Sekjen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Donny Lumingas, mantan Ketua Presidium PMKRI Emmanuel Tular, mantan Sekjen GAMKI Nikson Gans Lalu, mantan Ketua Umum PB HMI Sahmud Basri Ngabalin, Ketua Umum PMII M Rodli Kaelani, dan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Idy Muzayyad.
Mereka beranggapan, M Yasin merupakan figur militer saat ini yang dapat mengemban tugas negara, di tengah isu sejumlah jendral yang diduga terlibat pelanggaran HAM.
“Beliau memiliki kelebihan dalam melakukan komunikasi inter-personal dengan para aktivis mahasiswa dan tokoh-tokoh lokal yang kritis,” kata Kenly Poluan di Jakarta, Jumat (24/10/2008).
Dia menilai, Yasin layak sebagai tokoh nasional dan sangat pantas berkompetisi secara demokratis pada pemilu 2009 untuk menjadi pemimpin utama bangsa ini.
Menurut Kenly, selama menjabat sebagai militer aktif Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas RI), Yasin dianggap memiliki loyalitas kepada negara, rakyat dan keluarga. Bahkan, meski baru menyelesaikan tugas kemiliterannya sejak 1 Oktober 2008 lalu, Yasin memiliki kemampuan secara cepat menjadi pemimpin organisasi sipil dan organisasi politik.
Di kesempatan yang sama, Sahmud Basri Ngabalin, Rodli Kaelani dan Idy Muzayyad mengganggap figur Yasin sebagai tokoh Islam berkharisma, tapi juga tampil ‘asyik’ bagi kalangan kawula muda.
“Hari ini masyarakat tidak butuh lagi banyak retorika dalam kemasan citra. Bangsa dan Negara ini mendambakan keberanian pemimpin dalam mengambil kebijakan dan melakukan aksi nyata,” ujar mereka, menyimpulkan.
Bahkan, tidak seperti kebanyakan jenderal, Yasin dikenal juga tidak ?genit’ dengan jabatan ataupun kekuasaan, walaupun teman sekamarnya Susilo Bambang Yudhoyono ketika di AKMIL, kini menjadi seorang Presiden,
Menanggapi support dari kalangan aktivis’98 itu, Ketua Umum Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) terharu dan hanya bisa menyampaikan rasa terima kasih. Ia berjanji akan memegang teguh janji mengabdi kepada bangsa dan negara, meski kini lewat jalur politik dan tidak lagi militer aktif. “Insya Allah, saya tidak akan pernah dipanggil KPK dan Komnas HAM,” tagas Yasin.
